Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2026 berlokasi di Taman Hutan Raya (Tahura), Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu aktifitas PT UBS Sekuritas Indonesia (UBS) yang melibatkan peran serta Karyawan dan Mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (KSE ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Selain aktifitas edukasi, kegiatan juga dilakukan untuk meningkatkan kepedulian karyawan dan mahasiswa terhadap lingkungan dan pelestarian alam terutama diwilayah Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini juga memperingati Hari Zero Waste Sedunia. Kegiatan ini diikuti oleh 24 karyawan dari PT UBS Sekuritas Indonesia (UBSSI) yang merupakan salah satu Donatur KSE sejak tahun 2012.

Kegiatan dimulai dengan pemberian sambutan dari Pihak KSE dan UBSSI. Sambutan pertama disampaikan oleh Ismiati Farahnasy selaku Direktur Kemitraan Yayasan Karya Salemba Empat. Dilanjutkan oleh UBSSI, yang disampaikan oleh Joshua Tanja selaku Head of Research PT UBS Sekuritas Indonesia.

Acara selanjutnya adalah Simbolisasi penanaman pohon di area Blok Mahoni Tahura, sebanyak 10 pohon pelindung, yang dilakukan oleh Joshua Tanja beserta para staff dan karyawan UBSSI, KSE dan Paguyuban KSE ITB, UNPAD dan UPI secara serentak menanam pohon ke lubang yang telah disediakan. Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud kepedulian UBSSI terhadap ekosistem dan lingkungan. Pohon yang ditanam nantinya dapat membantu menjaga kelestarian alam, meningkatkan kadar oksigen, menjadi tempat hidup dari biota hewan, mencegah erosi dan memperindah lingkungan kompleks Tahura, Bandung.

Selesai penanaman pohon dilanjutkan dengan permainan kelompok Susun Kata dan Toxic Waste yang diikuti Karyawan UBS dalam empat kelompok. Setiap permainan dipimpin langsung oleh panitia KSE Baraya. Permainan ini menjadi sarana mencairkan suasana sekaligus melatih komunikasi dan kerja sama tim antar peserta.


Setelahnya, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama KSE Baraya (KSE UPI, UNPAD dan ITB) sebagai peserta, dengan narasumber Country Head, Chief Operating Officer (COO), dan jajaran petinggi UBS. FGD mengangkat tema Penguatan Manajemen Organisasi dan Community Development, yang sangat bermanfaat bagi KSE Baraya untuk menjadi organisasi yang tertata, mandiri, dan berkembang serta memberikan dampak yang berkelanjutan. Paralel dengan FGD, berlangsung Workshop Anyaman dengan narasumber Ibu-Ibu Masagi Tjibogo dan peserta Karyawan UBS. Anyaman merupakan kerajinan tangan lokal yang bernilai budaya dan ekonomi, sehingga peserta turut melestarikan karya tradisional. Anyaman ini bertujuan untuk mengolah limbah atau sampah kantong plastik (kantong kresek) menjadi produk kerajinan anyaman bernilai ekonomi seperti Tas belanja (tote bag), Tas laptop, Tas gawai (gadget bag) dan lainnya.

Kegiatan ditutup dengan trekking melalui tiga rute, yaitu Goa Jepang, Goa Belanda, dan Curug Omas, dengan didampingi panitia KSE Baraya. Di Goa Jepang peserta menjalankan permainan Harta Karun dengan clue dan challenge Tebak Kata Pakai Gaya, sedangkan di Goa Belanda peserta memainkan permainan Chemistry yang menguji kekompakan kelompok. Peserta yang memilih Curug Omas melanjutkan trekking menuju air terjun, lalu seluruh peserta berkumpul kembali di Area Mahoni untuk makan siang bersama. Melalui rangkaian ini, peserta mengenal kekayaan alam dan sejarah Tahura, termasuk jejak sejarah di Goa Jepang dan Goa Belanda, serta terdorong untuk ikut melestarikan sejarah dan lingkungan sambil mempererat kebersamaan antara UBS dan KSE Baraya.
