Yayasan Karya Salemba Empat melakukan pelatihan Pengelolaan Sampah Plastik bersama dengan PT Cikarang Listrindo dan Give2Asia yang dilakukan di Bali pada tanggal 09 – 11 Juni 2023. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 10 mahasiswa perwakilan dari Paguyuban KSE UNJ, UI, UINJKT, UNHAS, UNMUL, UNDIP, UNUD, UNPATTI, dan UNCEN dan 11 perwakilan masyarakat dari Comdev Bank Sampah paguyuban tersebut. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Sungai Watch dan Wedoo Workshop.

Kegiatan iti dimulai dengankunjungan ke Sungai Watch Station. Peserta melakukan kegiatan bersama dengan Sungai Watch yang berlokasi di Tabanan, Bali. Pada kegiatan ini peserta dijelaskan bagaimana sistem kerja dari sungai watch, myulai dari susunan organisasi hingga kegiatan didalamnya. Tidak hanya itu, peserta juga diperlihatkan kegiatan memilah sampah sesuai kategori dari hasil sampah yang berhasil dikumpulkan. Tujuan utama dari kegiatan ini untuk membentuk Mindset para peserta tentang kebersihan lingkungan dengan melihat dan mengenal langsung bagaimana suatu komunitas bisa memiliki gerakan yang berimpact besar bagi dunia. Selesai dari kegiatan di sungai watch station, para peserta bergegas menuju ke kegiatan berikutnya yaitu kegiatan susur sungai yang dilakukan bersama-sama dengan tim sungai watch. Semua peserta ikut turun langsung untuk membersihkan sampah yang menunpuk di saluran irigasi tersebut. Dalam kurun waktu 2 jam, sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 800 kg.

Pada hari berikutnya, setelah mindset tentang kebersihan lingkungan terbentuk, dilanjutkan dengan kunjungan ke Wedoo Workshop yang merupakan tempat untuk pengelolaan sampah plastik. Wedoo Workshop mengumpulkan sampah-sampah yang akan diolah menjadi suatu barang yang bernilai tinggi. Seperti meja, kursi, dan sebagainya. Di Wedoo Workshop ini para peserta cukup antusias untuk melihat bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi barang yang sangat berguna bahkan bernilai tinggi. Di Wedoo para peserta juga didemokan tentang penggunaan alat-alat yang digunakan dalam poses pembuatan barang-barang dari sampah plastik tersebut.
Setelah kunjungan ke Wedoo Workshop kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Desa terbersih di dunia yaitu Desa Penglipuran. Di Desa Penglipuran ini dijelaskan oleh salah satu tour guide tentang bagaimana pengelolaan sampah di Desa Penglipuran sehingga lingkungan bisa selalu bersih dan terkait kosistensi para warga untuk bersma-sama menjaga lingkungan sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna.

Pada hari terakhir ini dilakukan sesi Coaching, FGD (Focus Group Discussion) dan Evaluasi. Peserta diminta untuk mereview hasil dari kegiatan selama 2 hari, lalu melakukan Coaching dan FGD yang mana membahas tentang kendala selama berjalannya Comdev Bank Sampah, progress dan apa yang masyarakat harapkan untuk Comdev Bank Sampah. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok masyarakat dan kelompok mahasiswa, dan pada sesi akhir dilakukan presentasi. Setelah semua peserta sudah melakukan presentasi, perwakilan dari salah satu donatur yaitu Ibu Juanita Theodora memberikan sedikit kesimpulan bagaimana cara untuk memulai suatu program yang baik agar selama berjalannya program tersebut dapat berjalan lancar dan berhasil.