Magang Riset Keberlanjutan TFI-Tempat Sampah Pintar

Magang Riset Keberlanjutan TFI-Tempat Sampah Pintar

Diterbitkan
Kategori
Tag
Penulis
Bagikan
cover TFI Sustainability Research-Smart Trash Can

Jakarta, 17 September – 11 Oktober 2024 – Inovasi berkelanjutan terus menjadi fokus utama dalam mengatasi tantangan lingkungan di Indonesia. Salah satu proyek unggulan yang lahir dari program Technology for Indonesia (TFI) 2024 adalah Smart Garbage atau tempat sampah pintar, hasil kolaborasi lintas kampus dari enam mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat (KSE). Tim ini menamai diri mereka Jagantara (Jaga Nusantara), dengan visi menciptakan solusi praktis yang mampu meningkatkan pengelolaan sampah di Indonesia.

Riset lanjutan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan di kantor Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) di Mampang, Jakarta Selatan. FGD ini bertujuan untuk menggali ide-ide inovatif dan menyusun kerangka kerja sebelum memasuki tahap pengembangan. Tim kemudian memulai masa magang selama satu bulan di Manggarai, Jakarta Selatan, untuk mematangkan konsep dan merealisasikan prototipe tempat sampah pintar yang sudah mereka rencanakan sebelum berangkat ke Jakarta.

Dalam pengembangan awal saat TFI, tim berfokus pada pemanfaatan sensor untuk mendeteksi jenis sampah. Dengan memanfaatkan teknologi kapasitif, ultrasonik, dan inframerah, tempat sampah ini dapat membedakan antara sampah basah kedalam organik dan sampah kering ke anorganik. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan motor servo untuk membuka tutup secara otomatis dan modul DFPlayer Mini untuk memberikan suara interaktif sebagai bentuk edukasi kepada pengguna.

Tim Jagantara terdiri dari 6 mahasiswa penerima Beasiswa KSE dengan latar belakang dan keahlian beragam:

●      Aulia Nisa Agus Setiana (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

●      Dhimas Kurniawan (UIN Sumatera Utara)

●      Febriansyah (Universitas Tadulako)

●      Maria Yosef Usboko (Universitas Nusa Cendana)

●      Muhammad Akmal Hafizh (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

●      Muhammad Akmal Hafizhi (Universitas Sebelas Maret)

Kolaborasi lintas kampus ini membuat penggabungan keahlian di bidang teknologi, pemrograman, desain, dan pengelolaan proyek. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengembangkan prototipe yang tidak hanya inovatif tetapi juga berpotensi untuk diterapkan di berbagai lingkungan.

Tempat sampah pintar ini telah diuji coba di beberapa lokasi, termasuk mitra KSE dan beberapa perusahaan besar seperti BNI Sekuritas, BCA, BRI Dana Reksa Sekuritas, Bank BTN, PT Cikarang Listrindo, Bank Indonesia dan PT. Insight Investments Management (Insight). Implementasi ini memberikan bukti nyata dalam pengimplementasian teknologi dalam memfasilitasi pengelolaan sampah yang lebih baik.

Meskipun menunjukkan akurasi tinggi dalam mendeteksi sampah anorganik (100%), tempat sampah pintar yang dibuat oleh Tim Jagantara masih terus mengevaluasi dalam pembuatan produk tempat sampah pintar yang mereka buat khususnya dalam mendeteksi sampah organik kering.

Jagantara tidak berhenti di prototipe awal. Tim memiliki rencana ambisius untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) ke dalam sistem. Dengan AI, mereka berencana menggunakan algoritma machine learning yang diintegrasikan ke kamera untuk mendeteksi jenis sampah dengan lebih akurat, sementara IoT memungkinkan pengguna untuk memantau kapasitas tempat sampah secara real-time melalui aplikasi.

Langkah inovatif ini diharapkan memberikan dampak yang lebih signifikan, baik dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah maupun dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dini. Kesuksesan tim Jagantara juga tercermin dari pencapaian salah satu anggotanya, Dhimas Kurniawan, yang mendapat apresiasi dari kampus dan di daerahnya usai menyelesaikan masa magang riset keberlanjutan TFI. Universitas tempat ia belajar menyambut dengan antusias program serta pelatihan yang diinisiasi melalui dukungan Beasiswa Karya Salemba Empat, menunjukkan besarnya potensi dampak positif dari proyek ini.

Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis tetapi juga membuka peluang untuk diterapkan secara luas di Indonesia, di mana pengelolaan sampah masih menjadi masalah besar. Dengan populasi yang terus bertambah dan tingkat konsumsi yang tinggi, teknologi seperti tempat sampah pintar dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Jagantara berharap, inovasi mereka dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berkontribusi pada solusi lingkungan yang berdampak jangka panjang. Dengan komitmen yang kuat dan pengembangan berkelanjutan, proyek ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi dan teknologi dapat menciptakan perubahan positif bagi Indonesia.

Informasi

Artikel Terkait