Rangkaian kegiatan Technology for Indonesia tahun 2024 berupa camp dan implementasi kembali digelar pada tahun ini dimulai dari hari Senin, 13 Mei hingga 20 Mei 2024. Bertempat di Hotel Sahid, Surabaya. Tema yang diangkat pada kegiatan TFI tahun ini adalah terkait Lingkungan. Kegiatan TFI ini diikuti oleh total 62 peserta dari 33 Perguruan Tinggi Negeri mitra KSE yang memiliki ketertarikan pada inovasi di bidang lingkungan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan wadah kepada para penerima beasiswa KSE yang memiliki ketertarikan untuk mengembangkan atau menciptakan suatu inovasi.
Para peserta TFI yang kerap disebut JAWARA ini selama 7 hari berturut-turut merangkai alat-alat dan produk yang telah mereka ajukan sebelumnya. Total terdapat 17 inovasi yang dikembangkan oleh para JAWARA ini, antara lain:
1. Pirolisis – Mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).
2. Trashtastic – Mengubah sampah organik menjadi bahan bakar listrik.
3. Alat Pencacah Limbah Organik Otomatis – Suatu mesin yang didesain dapat menghaluskan sampah organik secara otomatis.
4. Alat Pencacah dan Pemilah Sampah Otomatis – Suatu mesin yang didesain dapat memilah jenis sampah dan mencacah secara otomatis.
5. Filamen Printer 3D – Sampah plastik diubah menjadi filamen untuk bahan dasar printer 3D.
6. Limbah Kulit Durian Menjadi Plastik – Kulit durian diolah menjadi plastik.
7. Filter Udara Alga – Filtrasi udara menggunakan Alga.
8. Adsorben Cangkang Telur – Limbah cangkang telur diolah menjadi adsorben dan diletakkan di knalpot kendaraan bermotor.
9. Alat Pencacah Kertas Otomatis – Alat yang menggabungkan beberapa mesin untuk pengolahan kertas bekas secara otomatis.
10. KNOOR – Spray dari bahan minyak jelantah untuk mencegah korosi.
11. Smart Garbage – Tong sampah pintar dengan sensor dan suara.
12. SWITCH dan EGSYS – Aplikasi untuk jual beli sampah anorganik.
13. Filtrasi Air – Alat untuk memfilter air menggunakan teknologi IOT dan alat monitoringnya.
14. Pompa Hidram – Pompa air tanpa energi.
15. Pakan Ternak Alternatif – Pembuatan pakan untuk Ikan, Itik, dan hewan lainnya yang berbahan dasar.
16. ITICK – teknologi IoT (Internet of Things) dan sensor cerdas untuk memonitor dan mengendalikan kondisi fermentasi pakan ternak secara otomatis.
17. Frequency Sound Generator – Pengendali pertumbuhan dan perkembangan larva Lalat Hijau (Lucilia Sericata)menggunakan frekuensi musik.
Dimulai pada hari pertama, para peserta melakukan pembukaan secara simbolis dengan dibuka langsung oleh Bapak Hengky Poerwowidagdo – Chief Operating Officer KSE. Selesai melakukan pembukaan, Bapak Hengky Poerwowidagdo kemudian melanjutkan dengan coaching kepada seluruh peserta JAWARA. Coaching ini berisikan terkait mimpi masing-masing pribadi. Para peserta dipersilahkan untuk menceritakan apa saja mimpi mereka, dilanjutkan dengan diskusi terkait hambatan yang muncul dalam proses menggapai mimpi tersebut.

Pada malam harinya, para JAWARA mempresentasikan hasil yang telah disepakati bersama untuk hasil inovasi yang akan dibuat oleh masing-masing kelompok. Bersamaan dengan ini, juga dikumpulkan para panitia TFI untuk ikut serta dalam diskusi tersebut, terlebih tim logistik yang bertugas untuk menyediakan semua keperluan yang dibutuhkan oleh masing-masing tim.
Selanjutnya selama 5 hari berturut-turut para peserta menyiapkan masing-masing inovasi yang mereka ciptakan, selama 5 hari tersebut dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan terus menerus agar tercipta inovasi yang bisa digunakan. Meskipun dalam proses penyempurnaan tersebut banyak menemukan kegagalan namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik oleh para peserta. Kolaborasi antara panitia dan peserta yang sangat apik menjadi salah satu kunci keberhasilan dari kegiatan kali ini.

Di Hari Selasa, 14 Mei 2024 para peserta TFI juga mendapatkan pembekalan ilmu dari salah satu donatur yaitu PT Samuel Aset Management yang disampaikan oleh Bapak Budi Budar. Beliau menyampaikan materi mengenai inovasi teknologi di bidang peternakan. Sebelumnya juga Bapak Adrian Karim salah satu perwakilan dari PT Samuel Aset Manejemen turut memberikan pengantar kepada para peserta TFI tersebut.
Pada setiap harinya, di malam hari, para peserta juga melakukan FGD terkait progress dan hambatan yang ditemui di lapangan setiap harinya, mencakup juga hal apa yang akan dilaksanakan untuk keesok harinya agar hambatan yang terjadi di hari tersebut sudah bisa diminimalisir. FGD setiap progress ini dipimpin langsung oleh fasilitator yaitu Dr. Nurhadi Siswantoro, ST., MT dan Nourma Al Viandari, S.P. Kedua fasilitator tersebut merupakan alumni dari KSE yang saat ini tengah berkecimpung di bidang teknologi.


Tiba di hari Sabtu, 18 Mei 2024, para JAWARA melakukan implementasi alat masing-masing di lokasi yang telah ditentukan. Salah satunya yaitu implementasi untuk inovasi pirolisis (sampah plastik menjadi bahan bakar) yang bertempat di Pantai Kenjeran. Implementasi ini dilakukan dengan uji coba menggunakan mesin perahu dari nelayan yang ada di pantai tersebut. Hasil yang didapat pun cukup membanggakan karena minyak yang dihasilkan sudah bisa digunakan untuk mengganti solar pada mesin perahu.

Penutupan kegiatan Camp & Implementasi TFI tahun 2024 ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 19 Mei 2024. Penutupan secara ceremony dilaksanakan di Kantor Kelurahan Keputih bersama dengan Lurah Keputih dan dihadiri oleh masyarakat keputih. Ucapan terima kasih disampaikan oleh Bapak Wing Sjahendra selaku penanggung jawab dari program Camp & Implementasi TFI tahun 2024 ini. Beliau mengatakan terima kasih kepada semua pihak khususnya aparat Kelurahan Keputih yang telah memberikan izin kepada para peserta TFI untuk melakukan uji coba perbaikan alat di area kelurahan. Tidak hanya Bapak Wing yang menyampaikan sambutanya, pada kesempatan kali ini Lurah Keputih juga menyampaikan sambutanya, Bapak Fajar Febriansyah SH, MH menyampaikan rasa terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk memanfaatkan hasil dari inovasi teman-teman mahasiswa yang sangat keren-keren tersebut, kedepannya beliau berharap bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar.

Selesai dengan ceremony penyerahan alat-alat inovasi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan tinjauan langsung ke lokasi pameran alat-alat oleh pihak kelurahan dan juga masyarakat yang saat itu hadir. Pada kesempatan kali ini, para peserta TFI menjelaskan secara detail apa inovasi yang mereka buat dan bagaimana cara mengoperasikannya beserta manfaat-manfaat yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat ketika alat tersebut sudah didistribusikan kepada kelurahan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
