Belajar Mengelola Waktu dan Menentukan Prioritas

Belajar Mengelola Waktu dan Menentukan Prioritas

Diterbitkan
Kategori
Tag
Penulis
Bagikan

Minggu, 29 Agustus 2026-Yayasan Karya Salemba Empat kembali menyelenggarakan Skillset Development Part 2 dengan tema “Time Management”. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom untuk membekali mereka dengan kemampuan mengelola waktu, menentukan prioritas, serta membangun kebiasaan kerja yang lebih efektif.

Sesi kali ini menghadirkan Rendy A. Fajrin, Global Leadership & Career Mentor sekaligus Alumni Beasiswa KSE, sebagai narasumber. Pengalaman lebih dari 10 tahun lintas industri dalam bidang Culture Transformation, Talent Management, dan Leadership Development, juga berbagi perspektif dan praktik yang dapat diterapkan Beswan KSE dalam mengelola berbagai tanggung jawab, baik akademik maupun nonakademik.

Dalam pembukaannya, peserta diajak mengisi pre-test dan jg menghubungkan kembali pembelajaran dari sesi sebelumnya mengenai Growth Mindset dengan topik Time Management.

Memasuki pembahasan utama, Rendy mengajak peserta merefleksikan dan memandang waktu. Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta membahas Waktu itu yang terbatas atau justru terasa tidak terbatas. Dari diskusi tersebut, peserta diarahkan untuk memahami bahwa tantangan utama bukan sekadar “memiliki cukup waktu”, melainkan bagaimana mengalokasikan waktu untuk hal-hal yang memiliki nilai dan relevansi tujuan.

Salah satu tools Eisenhower Matrix, diperkenalkan kepada peserta untuk mengelompokkan aktivitas berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya ke dalam empat kategori: penting dan mendesak, penting tetapi tidak mendesak, mendesak tetapi tidak penting, serta tidak penting dan tidak mendesak.

Kuliah, organisasi, kepanitiaan, pengembangan diri, hingga persiapan karier dapat memiliki prioritas yang berbeda, sehingga diperlukan kemampuan untuk menentukan mana yang benar-benar perlu mendapatkan perhatian utama.

Pembahasan mengenai monotasking dan multitasking turut menjadi bagian dari sesi. Peserta berbagi pengalaman dan preferensi mereka dalam menyelesaikan pekerjaan. Rendy kemudian menjelaskan bahwa multitasking secara ilmiah lebih banyak menggambarkan perpindahan fokus secara cepat dari satu tugas ke tugas lainnya, bukan mengerjakan beberapa pekerjaan secara penuh pada waktu yang sama. Karena itu, peserta didorong untuk memahami gaya kerja masing-masing dan menemukan pendekatan yang paling efektif bagi dirinya.

Untuk memperkuat pemahaman, peserta juga mengikuti kuis interaktif, sesi tanya jawab dan post-test.

Sebagai tindak lanjut pembelajaran, Beswan KSE didorong untuk menerapkan beberapa praktik sederhana, seperti melakukan pemetaan prioritas mingguan, menerapkan time blocking, membangun kebiasaan anti-penundaan, serta melakukan refleksi mingguan.

“Manajemen waktu bukan tentang bagaimana memiliki lebih banyak waktu, melainkan bagaimana menggunakan waktu yang tersedia untuk hal-hal yang benar-benar berarti” Rendy A.

Informasi

Artikel Terkait