Sabtu, 11 Oktober 2025 – Acara dimulai pukul 07.45 WIB dan dihadiri jajaran pengurus, pendiri, BPH universitas, serta 1.000 penerima beasiswa baru dari 35 PTN di seluruh Indonesia. Ketua KSE Adrian Karim Januar menegaskan komitmen yayasan memperkuat ekosistem pendidikan yang memberdayakan. Program beasiswa KSE 2025–2026 menghadirkan pendekatan holistik lewat berbagai workshop pengembangan diri, meliputi growth mindset, manajemen waktu, dan role-based learning untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

“Kami akan terus mengembangkan program agar mahasiswa siap menghadapi tantangan akademik dan karier dengan ilmu, pengalaman, serta kepedulian sosial,” ujarnya.
Paguyuban KSE Terbaik 2024–2025
• Juara 1: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
• Juara 2: Universitas Tadulako
• Juara 3: Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Penghargaan diserahkan oleh Christanto Pranata, Rendi Seftian dan Adrian Karim Januar kepada perwakilan pemenang.
Special Hour with F. Chapman Taylor
Dalam sesi “Embracing Changes through Work, Life, and Indonesia”, F Chapman Taylor (Board of Trustees KSE) dan Rizal B. Prasetijo (Co-Founder KSE) berbagi refleksi perjalanan KSE sejak awal berdiri.
Asal Usul dan Nilai KSE, Bapak Rizal mengisahkan awal munculnya ide beasiswa dari keprihatinan mahasiswa berprestasi namun terkendala ekonomi di FEUI ’84. Delapan sahabat pendiri KSE bertekad menciptakan beasiswa agar mahasiswa bisa fokus belajar tanpa harus bekerja. Sejak itu, 80% penerima KSE tercatat mengalami peningkatan IPK. “Pendidikan adalah kunci yang membuka peluang dan memperluas wawasan,” ujar Chapman.

Empat Nilai Utama KSE: percaya diri, integritas, networking, dan growth mindset.
Teknologi & AI, Mr. Chapman menegaskan pentingnya literasi teknologi. “Perubahan adalah hal konstan. Gunakan AI sebagai alat bantu, jangan biarkan AI mengendalikan Anda.”

Finansial & Investasi, Bapak Rizal mengingatkan pentingnya literasi keuangan sejak dini, menyinggung masa krisis 1998 saat KSE harus beradaptasi mencari pendanaan alternatif. Chapman menjadi salah satu donatur penting yang membantu memperluas beasiswa.

Selanjutnya Kisah Inspiratif Alumni, Sesi “Dilema atau Arah? Menjadikan Tantangan sebagai Peluang” menghadirkan:
• Wiwid Syahdiyah Sugiarti – Entrepreneur, Alumni KSE USU
• Arif Mulizar – Corporate Communication PT Pertamina NRE, Alumni KSE UNPAD
• dr. Didi Saputra Ramang Sp.OT, FICS, AIFO-K – Spesialis Ortopedi, Alumni KSE UI

Dipandu Hilya Fuady Fuadi (Alumni KSE UNDIP), ketiganya berbagi nilai penting setelah lulus dari KSE. Wiwid menekankan pentingnya jejaring dan semangat berbagi, Arif menyoroti integritas dan pengalaman organisasi, sementara dr. Didi menegaskan bahwa kesuksesan diukur dari manfaat bagi sesama.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh pembicara dan moderator.
