Mewujudkan Indonesia yang cerdas merupakan salah satu misi bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (“SIG”) bersama Yayasan Karya Salemba Empat (“KSE”) dalam membangun Bangsa Indonesia yang maju dan berdikari. Sejak 2021 SIG telah mendukung program beasiswa yang diusung oleh Yayasan KSE. Pada tahun 2023 ini SIG kembali mendukung KSE dengan memberikan beasiswa kepada 40 mahasiswa di Perguruan Tinggi di Indonesia. Sebesar 500 Juta Rupiah diberikan oleh SIG melalui KSE untuk mendukung program ini.
Selain memberikan beasiswa SIG turut memberikan pelatihan soft skill kepada para mahasiswa. Salah satunya melalui kegiatan Tatap Muka Penerima Beasiswa yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro pada tanggal 14 – 15 Oktober 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh 120 mahasiswa penerima beasiswa dari Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Sebelas Maret dan Universitas Gadjah Mada. Harapannya dengan kegiatan ini adalah dapat meningkatkan soft skill para mahasiswa terutama dalam mempersiapkan diri agar menjadi lulusan dengan integritas dan profesionalisme yang tinggi.

Hadir pada kegiatan ini untuk memberikan sambutan adalah Ella Nusantoro – Donor Relations Yayasan Karya Salemba Empat. Ella Nusantoro memberikan pesan bahwa “Kontribusi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (“SIG”) sebagai donatur sangat berperan besar dalam memberikan harapan para penerima mahasiswa untuk mempersiapkan diri meraih masa depan. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan SIG dalam mendukung keberlangsungan studi para mahasiswa berprestasi yang mengalami kesulitan ekonomi. Kami berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan sebaik-baiknya dukungan yang diberikan SIG dengan menyelesaikan pendidikan dan dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar.”

Sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap Pendidikan anak bangsa SIG berkomitmen untuk memberikan edukasi soft skill yang bermanfaat. Dan pada kesempatan ini Sumarlan Wibawa – Senior Vice President of Human Capital Semen Indonesia memberikan edukasi kepada kepara mahasiswa dengan materi “Leadership & Career Management”. “Stands Out Among the Crowd”, jadilah seseorang yang berbeda untuk menjadi Good Leader“, merupakan salah satu pesan Beliau untuk para mahasiswa.

Tatan A. Taufik – Co-founder & Supervisory Board Yayasan Karya Salemba Empat turut memberikan insight kepada para mahasiswa melalui materi “Value and Organization KSE”. Pada sesi ini, Beliau menceritakan awal mula berdirinya Yayasan Karya Salemba Empat dan bagaimana ke-8 founder KSE mulai memberikan kepada 3 orang mahasiswa di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada tahun 1995 hingga saat ini dapat memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa dengan 35 mitra Perguruan Tinggi Negeri di hampir seluruh Indonesia. Komitmen dan semangat bersama untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa selalu mereka kedepankan dalam membesarkan nama KSE selama ini.

Hari Kedua, salah satu founder KSE turut memberikan edukasi kepada para mahasiswa mengenai “Change Management” yaitu Basya G. Himawan. Selain interaktif, berbekal pada pengalaman hidup Beliau di salah satu perusahan dan passion Beliau sebagai Komentator Sepak Bola dalam dan luar negeri, kemudian Beliau memberikan mahasiswa tugas kelompok untuk melakukan studi kasus mengenai manajemen perubahan yang telah dilakukan 2 organisasi agar sustain dan tetap berkembang. Sesi ini membuat para mahasiswa menjadi aktif untuk berdiskusi, bertanya dan melakukan presentasi.

Memandang situasi dan kondisi Kesehatan Mental para siswa saat ini di Indonesia, maka KSE menganggap perlu memberikan materi mengenai “Mental Health in Leadership”. Dengan pemateri seorang Praktisi Kesehatan Mental dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yaitu dr. Karina Kalani Firdaus, SpKJ. Terpaut usia yang tidak terlalu jauh dengan para mahasiswa terjalin interaksi yang baik antara Beliau dengan para mahasiswa. Pertanyaan dan jawaban yang diberikan sangat relevan dengan yang terjadi di lingkungan mereka. Pesan dari Beliau adalah Kita harus aware terhadap gejala dan tanda gangguan jiwa serta mengenali risiko krisis kejiwaan. Self-diagnosis tidak boleh dilakukan dan harus dilakukan oleh orang kompeten seperti dokter umum, psikolog, atau psikiater. Dan sebelum kita menolong orang lain kita harus menolong diri sendiri.

Sebagai penutup pada kegiatan ini, Hengky Poerwowidagdo – Secretary I & Chief Operating Officer Yayasan Karya Salemba Empat memberikan pesan kepada para mahasiswa, bahwa sebagai mahasiswa KSE harus mempunyai komitmen, aktif dalam setiap kegiatan, berani untuk berinovasi serta mempunyai jiwa sosial dan empathy terhadap sesama. Apa yang telah dilakukan di masa perkuliahan, maka aktivitas yang dilakukan bersama dengan KSE dalam berbagai kegiatan mulai dari community development, inovasi, kewirausahaan merupakan modal yang kalian untuk menjadi pribadi yang unggul sebagai mahasiswa penerima beasiswa KSE.