1.jpgPGN Leadership & Innovation Camp II 2019 diselenggarakan di Cirebon pada tanggal 5-8 Agustus 2019 bertempat di Bentani Hotel & Residence. Kegiatan ini diikuti oleh 50 mahasiswa yang berasal dari 24 Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia. Hari pertama camp diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh peserta dan tamu undangan. Hal menarik dari upacara pembukaan ini yaitu seluruh peserta dan tamu undangan mengenakan baju daerah yang mencerminkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Fokus utama pada kegiatan pelatihan kali ini adalah mencari produk-produk inovasi terpilih yang disebut sebagai “Jawara Technology for Indonesia”. Produk inovasi dari para Jawara ini nantinya akan diimplementasikan kepada masyarakat.

2.jpg   3.jpg 

Pada hari kedua, peserta melaksanakan sesi penjurian.Penjurian dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan kelas B. Kelas A terdiri dari judul inovasi yang bertema Energi dan Lingkungan. Kelas B terdiri dari judul inovasi yang bertema Pangan, Kesehatan, dan Aplikasi Teknologi. Masing-masing kelas berisi 13 judul inovasi yang akan dinilai oleh juri.

Proses penjurian dilakukan selama dua hari. Setelah melalui proses diskusi yang panjang oleh para juri, didapatlah produk Inovasi terpilih yang nantinya akan diimplementasikan kepada masyarakat.

4.jpg  5.jpg  6.jpg

Di kategori Energi dan Lingkungan Juara I oleh Ulfa Rosyida dari ITS dengan Judul Auto Drowse Detector. Lanjut Juara 2 oleh Muhammad Faiesal Andhini dari ULM dengan Judul Alat Pendeteksi Gempa Sederhana. Terkahir Juara 3 oleh Tri Puspita Roska dari UNHAS dengan Judul Captox Biospray: Innovasi Biospray Berbasis Emulsifiable Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Dalam Pengendalian Rayap dan Pemeliharaan Furniture Rumah Tangga.

Di kategori Pangan, Kesehatan dan Penerapan Teknologi di menangkan oleh Leni Ariani dari USU dengan judul Mie Bikar. Di peringkat 2 oleh Inten Laras Satiti dari UB dengan judul Siper Hoper. Juara 3 oleh Radifa Arnadi Putra dari UGM dengan judul Beras Parboiling Indonesia


Related Posts