camp1batch4 1.jpgUntuk menanamkan rasa Cinta Tanah Air kepada para mahasiswa penerima beasiswa, 244 mahasiswa dari 29 Perguruan Tinggi Negeri (“PTN”) mitra Yayasan Karya Salemba Empat (“KSE”) dibawa untuk mengikuti pelatihan tahap Pertama dari rangkaian pelatihan kepemimpinan Ambassador BPJS Ketenagakerjaan di Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (“TNI AU”) Adisucipto, Yogyakarta dan Pusat Pelatihan Tentara Wanita Udara, Kaliurang, Yogyakarta. Selama 10 hari mulai dari tanggal 2 hingga 11 Maret 2017 para peserta pelatihan diberikan materi mengenai Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan, Cinta Tanah Air dan Bangsa, Proxy War, Bela Diri, Pemetaan menggunakan Kompas, Latihan Baris Berbaris hingga Survival dari pelatih TNI AU. Selain materi-materi tersebut beberapa materi mengenai Company Profile BPJS Ketenagakerjaan, Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan, Value KSE, Career Caoching, Meaning of Life dan Emotional Intelligence diberikan oleh para pemateri dari BPJS Ketenagakerjaan dan KSE yaitu Arief C. Wana, Satriadi Indarmawan, Tatan A. Taufik, Ivandeva dan Ami Tantri, serta para profesional trainer dari People Develop People. Pelatihan ini juga turut mengundang para donator dari perusahaan Management Investasi yang turut mendukung program pembinaan ini.

camp1batch4 2.jpg

Kegiatan ini juga diselingi dengan Simbolisasi penyerahan beasiswa program “The Ambassador Leadership BPJS Ketenagakerjaan Batch 4” diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, PT. First State Investment Management, PT. BNP Paribas Investment Partners, PT. BNI Asset Management, PT. Mandiri Manajemen Investasi, PT. Danareksa Investment Management dan PT. Trimegah Asset Management kepada perwakilan 29 PTN penerima beasiswa.

camp1batch4 3.jpg

Pada satu kesempatan, para peserta/siswa diajak untuk berdiskusi mengenai Cinta Tanah Air dengan para taruna Penerbang dari Sekolah Penerbang TNI AU Yogyakarta. Dan satu hal yang membuat Pelatihan kali ini berbeda dari Pelatihan-pelatihan lainnya adalah para peserta diberi nama suci/panggilan yang diambil dari nama-nama yang digunakan oleh para penerbang/TNI AU, seperti Air Speed, Cessna, Finger Tip, Hawk hingga nama yang dirasa cukup lucu untuk diartikan seperti Compressor dan Wingman. Para siswa pun harus memanggil nama pelatih baik dari TNI AU, KSE dan pemateri lainnya dengan sebutan “Sir” untuk Bapak dan “Mam” untuk Ibu.

camp1batch4 4.jpg

Selain itu pada hari pertama, para peserta disuguhkan dengan atraksi akrobatik dari pesawat TNI AU Jupiter Acrobatics yang telah mendunia. Serta dua orang peserta diajak untuk menaiki salah satu pesawat latihan TNI AU  “Joy Flight” dan diajak berkeliling wilayah Yogyakarta selama beberapa menit. Hal ini cukup memberikan motivasi bagi para siswa untuk belajar mengenai dunia penerbangan.

Pada pelatihan kali ini, para peserta ditugaskan untuk berdiskusi dan membuat Program Pemberdayaan Masyarakat. Kali ini diberi nama “KORIDOR” Komunitas Rumah Pintar Amabssador dan Bina Desa. Pada program tersebut, para peserta ditugaskan untuk membuat project Bimbingan Belajar dan Bina Desa di desa/kelurahan di sekitar Kampus masing-masing. Dengan target akhir adalah mengajak masyarakat untuk menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan kesadaran diri sendiri. Kegiatan ini turut bekerjasama dengan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di daerah masing-masing kampus.

camp1batch4 5.jpg​​​​​​​

Sebagai seorang pemimpin yang baik, harus dapat memberikan contoh, efek, dan pengaruh yang baik bagi lingkungan sekitarnya

(Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M – Komandan Lanud Adisucipto) ​​​


Related Posts